SMP Negeri 9 Jember kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berwawasan kebangsaan. Hal ini terungkap jelas saat perwakilan sekolah hadir sebagai narasumber istimewa dalam acara "Dialog Khusus" RRI Jember yang mengangkat tema "Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar, Dari Toleransi Menuju Harmoni".
Acara yang disiarkan langsung tersebut menghadirkan Kepala SMP Negeri 9 Jember, Ibu Khulasah, Waka Kurikulum Ibu Artalina, serta dua siswa kebanggaan yang menjabat sebagai Duta Moderasi Beragama, yakni One Alfatih dan Fahiya Miatul Aida.
Sekolah Sebagai Miniatur Indonesia Dalam perbincangan tersebut, Ibu Khulasah memaparkan visi besarnya bahwa sekolah pada hakikatnya adalah miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman. Oleh karena itu, penanaman karakter moderat harus ditanamkan sejak dini. Toleransi yang diajarkan di lingkungan sekolah tidak sebatas antar-agama, melainkan mencakup sikap saling menghargai perbedaan suku, budaya, hingga perbedaan pandangan.
Sebagai langkah konkret, SMP Negeri 9 Jember telah merancang dan menerapkan berbagai program inovatif. Penerapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak menjadi langkah awal. Di samping itu, sekolah juga rutin menggelar kegiatan spiritual lintas agama secara berdampingan. Siswa Muslim melaksanakan salat Duha dan istigasah bersama, sementara siswa Kristen melaksanakan pendalaman kitab, yang indahnya selalu diakhiri dengan memanjatkan doa bersama.
Integrasi Nilai Toleransi dalam Kurikulum Langkah strategis kepala sekolah ini mendapat dukungan penuh dari sistem akademik. Waka Kurikulum, Ibu Artalina, menjelaskan bahwa nilai-nilai toleransi dan tenggang rasa telah disisipkan ke dalam aktivitas belajar mengajar di berbagai mata pelajaran, mulai dari Agama, PKn, Matematika, hingga Seni Budaya. Ke depannya, sekolah berencana untuk menyusun modul khusus moderasi beragama sebagai bekal sekaligus benteng bagi siswa dalam menghadapi potensi radikalisme di era gempuran media sosial.
Duta Moderasi Beragama: Agen Perubahan di Kalangan Pelajar Tidak hanya guru dan manajemen sekolah, para siswa pun turut mengambil peran aktif sebagai pelopor. Kehadiran One Alfatih dan Fahiya Miatul Aida sebagai Duta Moderasi Beragama menjadi bukti nyata bahwa pelajar siap menjadi agen perdamaian.
Keduanya bertugas sebagai role model (panutan) yang merangkul teman-teman sebayanya untuk hidup rukun dan memupuk kebersamaan di tengah perbedaan. Para duta ini juga proaktif mengedukasi siswa lain untuk lebih bijak berselancar di media sosial, tidak mudah termakan hoaks, tidak ikut-ikutan menyebarkan ujaran kebencian, serta berani bersikap terhadap konten-konten yang berbau intoleransi.
Sebagai penutup, pimpinan sekolah menyampaikan harapan besarnya agar nilai moderasi beragama ini tidak sekadar menjadi program seremonial semata. Lebih dari itu, seluruh ekosistem sekolah berharap nilai-nilai kedamaian ini mendarah daging dan menjadi karakter sejati siswa-siswi SMP Negeri 9 Jember saat kelak mereka terjun langsung ke tengah masyarakat luas.
Mari bersama-sama wujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan harmonis!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar